Napak Tilas Nusantara (Bunda Ratu Galuh - Bogor)




Di area Kebun Raya Bogor teryata ada sebuah makam keramat. Namun tak banyak orang yang tahu. Tidak hanya satu, melainkan tiga makam. Makam ini dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir dari Ibu Ratu Galuh Mangku Alam.

Beliau adalah istri dari Sri Baduga Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Padjajaran. Makam keramat yang kedua ialah makam Mbah Japra, panglima perang dari pasukan Sri Baduga Prabu Siliwangi. Sementara yang ketiga adalah makam Mbah Ba’ul yang merupakan patih dari Sri Baduga Prabu Siliwangi. Ketiga makam tersebut dijaga oleh satu juru kunci dan dua orang perawat makam.

Juru kunci makam keramat ini adalah Abdurrahman yang merupakan keturunan kedua dari juru kunci makam keramat. Sebelumnya yang menjadi juru kunci makam adalah H Rahmat, ayah dari Abdurrahman. Sedangkan yang menjadi perawat makam keramat saat ini dipegang Atmawijaya dan Ugan, yang masih ada hubungan saudara juru kunci.

Atmawijaya menjelaskan, ketiga makam ini merupakan bukti sejarah adanya kekuasaan Kerajaan Padjajaran di Kota Bogor. "Makam keramat ini sering didatangi oleh pengunjung. Tujuan dari mereka pun bermacam–macam," ungkap Atmawijaya.

Dia menambahkan, ada yang sekadar bersilaturahmi atau hanya melakukan napak tilas. Namun ada juga yang datang dengan maksud dan tujuan tertentu. "Biasanya mereka yang datang dengan maksud dan tujuan tertentu itu kebanyakan berasal dari luar kota Bogor. Dulu ada juga yang sering berkunjung ke makam pada malam hari,"  katanya menuturkan.

Dia mengatakan, tak ada syarat khusus jika ingin mengunjungi makam keramat ini. "Asalkan tubuh kita bersih dari hadas dan disertai dengan niat yang baik,"  ujar Atmawijaya.

Lebih lanjut dia menuturkan, ada cerita menarik terkait makam keramat ini. "Jika ada orang yang ingin berkunjung dan sebelumnya sudah janjian, biasanya pasti tidak jadi.  Tak tahu alasannya mengapa, yang pasti kunjungan ke makam keramat ini selalu gagal bila janjian dulu," papar perawat makam ini.

Mengenai Mbah Japra, Atmawijaya menuturkan bisa dikatakan sebagai penjaga Kota Bogor. "Dipercaya Kota Bogor ada yang menjaga, Mbah Japra," ujarnya. Hal itu terbukti, dari keberadaan Bogor yang terbilang aman-aman saja. Adanya keyakinan inilah, kata  Atmawijaya, yang menyebabkan banyak orang berziarah ke makam Mbah Japra.

Menurutnya, mereka yang paling banyak berziarah ke makam Mbah Japra adalah para pejabat dan paranormal. Namun warga biasa juga banyak yang datang. Atmawijaya mengingatkan, menziarahi makam Mbah Japra sebenarnya hanya perantara antara Tuhan dan manusia. "Semuanya hanya Allah yang menentukan, bukan kuburan. Jadi jangan minta-minta sama makam, tapi kepada Allah," tandasnya,dan juga dia mengingatkan untuk selalu menjaga Dzikir dan Shalawat, karena itu adalah jalan keutamaan dalam Iman dan Perjuangan.

Atmawijaya pun menjelaskan secara singkat silsilah dan sejarah mengenai Pajajaran hingga terpisahnya Cirebon dan Banten yang menurutnya ada hubungannya dengan dua anak dari Prabu Siliwangi yaitu Kanjeng Rara Santang dan Pangeran Kian Santang.

Komentar